Referensi

Metodologi

Skor Verifood (0–100) dihitung oleh mesin aturan deterministik dari empat komponen berbobot 50/20/15/15, bukan tebakan AI.

Baseline Provisional

Pilar penilaian
4
Ambang risiko
3
Kode SPI
7
Rujukan resmi
6

Ambang risiko

#RentangArti
010–33Aman dikonsumsiRisiko lebih rendah pada kondisi yang dimasukkan
0234–66WaspadaSegera konsumsi, periksa faktor dominan
0367–100Berisiko tinggiSebaiknya tidak dikonsumsi

Baseline saat ini (provisional)

Pilar 1

Waktu × suhu (maks 50)

Dingin (<5°C): min(12, jam × 0,24). Suhu ruang (5–40°C): min(50, jam × 7). Panas (>60°C): min(12, jam × 0,6). Interval 40–60°C ikut aturan room sampai validasi.

Setiap jam pada suhu ruang menambah skor paling besar.

Contoh: 7 jam suhu ruang → 49.

Pilar 2

Wadah (maks 20)

Tersegel 4; terbuka 16; tanpa wadah 20.

Wadah terbuka menambah paparan debu, serangga, dan kontaminasi.

Contoh: terbuka = 16.

Pilar 3

Komposisi dominan (maks 15)

Protein tinggi 15; kadar air tinggi 13; karbohidrat 9; lemak tinggi 7. Bila ganda, pakai skor tertinggi.

Bahan yang mudah ditumbuhi mikroba mendapat skor lebih tinggi.

Contoh: ayam bersantan (protein + moisture) = 15.

Pilar 4

Kemasan (maks 15)

PP/PE 5; kertas minyak/daun 9; styrofoam/PVC + panas-berlemak 13; tidak tahu 11.

Bahan yang bersentuhan langsung dengan makanan panas atau berlemak dinilai lebih berisiko.

Contoh: styrofoam + panas-berlemak = 13.

Kode SPI kemasan

  • 2 · 4 · 5

    PP/PE (5)

  • 3 · 6

    Styrofoam/PVC + panas-berlemak (13)

  • 1 · 7

    Tidak tahu (11)

Kode SPI kemasan (provisional): 2/4/5 → PP/PE (5); 3/6 → styrofoam/PVC panas-berlemak (13); 1/7 → tidak tahu (11). Bila kode tak terdeteksi, dipakai estimasi visual dengan label “Estimasi visual — akurasi lebih rendah dari kode resmi” dan wajib verifikasi manual.

Rujukan terverifikasi

  1. WHO, Five Keys to Safer Food Manual (2006): kunci 4 “keep food at safe temperatures”. who.int

  2. FAO/WHO Codex Alimentarius, General Principles of Food Hygiene CXC 1-1969 (ed. 2023): higiene + pengendalian suhu/TCS. doi.org

  3. FDA Food Code: danger zone 41–135°F (5–57°C) untuk makanan TCS. fda.gov

  4. USDA FSIS: danger zone 40–140°F, aturan 2 jam. fsis.usda.gov

  5. Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2026 tentang Kemasan Pangan (mencabut No. 20/2019). jdih.pom.go.id

  6. UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan (LN 2012 No. 227). peraturan.bpk.go.id

Pita skoring 5–40°C berada di dalam danger zone kedua sumber AS; interval 40–60°C diperlakukan konservatif (ikut room). Bobot 50/20/15/15 dan ambang 33/66 tetap estimasi penulis, bukan hasil kalibrasi rujukan di atas. Data insiden keracunan belum dirujuk.

Keterbatasan

Pembobotan 50/20/15/15 adalah heuristik awal dan dapat berubah setelah validasi riset lanjutan (rujukan resmi terverifikasi di atas; bobot dan ambang tetap estimasi penulis). Skor ini BUKAN probabilitas sakit.

Konflik sumber tercatat: bobot lama 25/25/25/25 sudah digantikan 50/20/15/15; pita suhu room untuk skoring adalah 5–40°C sedangkan narasi danger-zone 5–60°C. Interval 40–60°C ikut aturan room sampai ada klarifikasi. Versi aturan aktif: 2.0-baseline.

VerifoodMetodologiTentang

Versi aturan 2.0-baseline